Tampilkan postingan dengan label teori hemofili. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teori hemofili. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 April 2015

Penggunaan Teori Empat dan Teori Hemofili

1. Langkah Relokasi Pedagang Kaki Lima

Namun langkah yang tergolong fenomenal yang pernah Joko Widodo lakukan adalah dalam hal merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka. Jokowi melakukan komunikasi langsung secara rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisilokal) kepada masyarakat, khususnya kepada para PKL. Dalam suatu kesempatan, Jokowi mengakui sulitnya memimpin sebuah kota. Jika dibandingkan dengan pengalamannya dalam memimpin sebuah perusahaan, memimpin kota jauh lebih kompleks. Meski sempat bungkam terkait rencananya untuk kembali maju sebagai calon Wali kotaSolo periode 2010-2015, tetapi akhirnya dia memutuskan untuk kembali maju.

Nama Joko Widodo menjadi semakin popular setelah dia melakukan relokasi PKL. Berawal pada tahun 2005 ketika Joko Widodo, yang baru dilantik menjadi Walikota Solo, membentuk sebuah tim kecil untuk mensurvey keinginanwarga Kota Solo. Dari hasil survey ditemukan bahwa kebanyakan orang Soloingin pedagang kaki lima yang memenuhi jalan dan taman di pusat kota disingkirkan.Joko memang sudah mempunyai program untuk menjadikan Sololayaknya Singapura, sebuah kota yang bersinar dengan wisata belanjanya. Karena itu ketertiban, kebersihan dan keindahan kota menjadi kunci utama. Namun hasilsurvey tersebut membuat Joko menghadapi dilema. Di satu sisi dia merupakan seorang Walikota baru yang tidak ingin memancing konflik dengan para PKL diawal masa kepemimpinannya. Namun di sisi lain dia tidak dapat menutup matauntuk merespons keinginan sebagian masyarakat Solo yang ingin para PKLdipindahkan dari jalan-jalan dan taman.